Senin, 13 Januari 2014

ORGANOGENESIS 1

A. Pengertian Organogenesis

        Organogenesis merupakan proses pembentukan organ ( morfologi), mulai dari bentuk          primitif (belum mencirikan spesies tersebut) hingga menjadi bentuk definitif (Sudah mencirikan spesies tersebut). 
       ORGANOGENESIS = BENTUK  PRIMITIF ----> BENTUK DEFINITIF.

B. Tahap Organogenesis

     Terdapat 2 periode :
   1. Periode Antara
      Terjadi proses transformasi dan proses differensiasi dari bentuk primitif menjadi bentuk  definitif. 
   2.Periode Akhir
       Terjadi proses penyempurnaan spesies tersebut. Sehingga  menjadi ciri suatu individu, meliputi jenis kelamin, karakter fisik, psikis serta roman wajah. 

Hasil akhir organogenesis : 1. Periode antara -----> kulit, Reproduksi
                                             2. Periode akhir ------> Roman wajah, psikis, bentuk definitif 

TURUNAN EKTODERM
1.       Bakal bumbung Neural
- Sistem Saraf pusat
2.       Bakal Pial Neural
- Sistem saraf Perifer ( Menghubungkan semua bagian tubuh dengan SSP).
- Ganglion
   - Medula adrenal
- Sel pigmen : Laring dan kepala.
3.       Bakal Epidermis
- Lensa mata
- Telinga dalam
- Puting pengecap
- Permukaan mulut dan anus
- Hiposa anterior (kelenjar pituitari)
- Kulit
- Rambut dan kuku
- Tanduk
Sistem Saraf Pusat
Pembentukan saraf pusat diawali dengan pembentukan bumbung neural/neurulasi.
a.       Sel-sel ektoderm memanjang, lebih tebal dan mendatar bila dibandingkan daerah sekitarnya, disebut KEPING NEURAL.
b.      Bagian tepi keping neural menebal dan tumbuh keatas membentuk lipatan neural dengan parit neural di bagian tengahnya.
c.       Kedua bagian tersebut melebur menjadi bumbung neural yang diliputi ektoderm diatasnya.
d.      Differensiasi bumbung neural menjadi daerah sistem saraf pusat melalui 3 cara, yaitu:
1.       Anatomi : terbentuk sel-sel ventrikel otak dan sumsum tulang belakang.
2.       Jaringan : membentuk jaringan yang fungsional khusus otak dan sumsum tulang   belakang.
3.       Seluler : membentuk Neuron dan sel-sel penunjang.
e.      Bumbung neuron menggelembung membentuk 3 lapisan otak, yaitu : otak depan (prosencephalon), otak tengah (mesencephalon), dan otak belakang (rhombencephalon).
f.        Otak depan terbagi lagi menjadi telencephalon dan diencephalon. Telencephalon menjadi cerebrum, diencephalon menjadi talamus, hipotalamus, epifisa dan hipofisa posterior.
g.        Otak tengah tidak berubah dan hanya berisi aquaductus cerebral.
h.       Otak belakang menjadi metencephalon. Metencephalon akan menjadi cerebellum dan pons varoli, sedangkan melencephalon akan menjadi medula oblongata.
TURUNAN MESODERM
1.       Kordam mesoderm --> Notokord (Sumbu tubuh).
2.       Mesodem Dorsal --> Jaringan ikat tulang, otot, lapisan epidermis kulit.
3.       Mesoderm Intermedier -->  Sistem urogenital (Sst.Reproduksi & Sst. Eksresi)
4.       Mesoderm Lateral --> Sirkulasi, anggota tubuh.
5.        Mesoderm Kepala/atas --> Otot pada muka.

DIFFERENSIASI MESODERM DORSAL
1.       Segmentasi/bagian menjadi banyak somit (dibagi 3 berdasarkan letak ventral).
2.       Jumlah somit mencirikan spesies tertentu.
3.       Sel-sel bagian ventral berdifferensiasi/ pembelahan sel menjadi sel bakal tulang/skelerotom.
4.       Berdifferensiasi lagi membentuk kondosit (tulang rawan) contoh tulang rawan: hidung, telinga.
5.       1 Rangka punggung.
Mesoderm à Sel Neural à Somit
a.       Ventral : Differensiasi --> SKELEROTOM --> Tulang rawan --> Tulang keras (Rangka punggung).
b.      Dorsal : Differensiasi  --> DERMATOM --> Lapisan epidermis kulit
c.       Dalam/tengah : Differensiasi --> MIOTOM --> otot lurik.
DIFFERENSIASI MESODERM INTERMEDIER
Mesoderm Intermedier terbentuk Sistem eksresi dan saluran genital.
Sistem eksresi dibentuk terlebih dahulu setelah berfungsi kemudian sistem genital. Karena jenis kelamin (genital) diatur oleh hormon tertentu yang disekresikan oleh gonad.

Sistem Eksresi :
1.       Ginjal
Terdapat 3 tahapan berdasarkan pembentukan organnya:
a.       PRONEFROS
Berasal dari NEFROTOM (sel pembentuk ginjal). Yang awalnya dibentuk di RONGGA NEFROCOEL lalu dibentuk di saluran TUBULUS PRONEFROS kemudian tubulus-tubulus bersatu membentuk DUCTUS PRONEFROS yang nantinya bersatu/bermuara di KLOAKA yang bersatu dengan urin.

NEFROTOM --> RONGGA NEFROCOEL --> TUBULUS PRONEFROS --> DUCTUS PRONEFROS --> KLOAKA.

b.      MESONEFROS
Berasal dari bagian POSTERIOR (belakang) hanya membentuk TUBULUS MESONEFROS. DUCTUS MESONEFROSnya sudah dibentuk, berasal dari DUCTUS PRONEFROS. Nefrotom berdifferensiasi terjadi pembentukan  GLOMERULUS dibentuk dari AORTA DORSAL. Dari GLOMERULUS (benang-benang yang jumlahnya ratusan) membentuk KAPSULA BOWMAN yang bermuara di KLOAKA.

NEFROTOM --> TUBULUS MESONEFROS --> DUCTUS MESONEFROS --> GLOMERULUS (darah disaring/filtrasi) --> KAPSULA BOWMAN (Filtrasi kedua/Reabsorbsi)  --> KLOAKA.   


c.       METANEFROS
Berasal dari NEFROTOM à GLOMERULUS à KAPSULA BOWMAN à terbentuk TUNAS URETRER (dari ginjal ke kandung kemih) dan TUNAS URETRA (Kandung kemih ke lubang pengeluaran).

NEFROTOM -->  GLOMERULUS --> KAPSULA BOWMAN --> TUNAS URETER --> TUNAS URETRA --> KLOAKA.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar